Stabilkan Rupiah, Sektor ESDM Didorong Gunakan Produk Dalam Negeri

Isna Rifka Sri Rahayu
Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membatasi impor di sektor minyak dan gas (migas). Hal ini sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo terkait pembatasan impor di sektor migas.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, pengendalian impor ini dapat menekan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang pada triwulan II-2018 sudah mencapai 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Oleh karenanya, pemerintah melihat impor dari sektor energi harus dilakukan.

"Arahan tadi pagi, terkait sektor ESDM dengan tujuan bagaimana kita mengendalikan impor. Yang kalau tidak perlu impor maka tak perlu dilakukan," ujarnya saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Adapun rencana pembatasan impor barang ini tak hanya berlaku untuk sektor hulu migas, melainkan juga kelistrikan, mineral dan batu bara (minerba), dan energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE). Dengan demikian, pada sektor tersebut akan fokus menggunakan produk dalam negeri.

"Prinsipnya kita tidak akan menyetujui master list detail untuk rencana impor yang bisa digantikan oleh manufaktur dalam negeri dan memenuhi kualitas dan kuantitasnya mencukupi. Jadi master list harus dorong barang dalam negeri," kata dia.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
10 hari lalu

Impor RI Melonjak 22,49% pada April 2026, Tembus 25,21 Miliar Dolar AS

Nasional
10 hari lalu

KPK Dalami Kasus Suap Impor Barang, Periksa 20 Perusahaan Pengiriman 

Makro
14 hari lalu

Kejar Produksi Energi, Bahlil Tawarkan 118 Wilayah Kerja Migas Baru ke Investor 

Nasional
20 hari lalu

Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Baru Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit, Salah Satunya ASN

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal