Stabilkan Rupiah, Sektor ESDM Didorong Gunakan Produk Dalam Negeri

Isna Rifka Sri Rahayu
Ilustrasi. (Foto: Reuters)

Selain itu, implementasi B20 yang dimulai sejak 1 September kemarin juga menjadi tugas pengawalan Kementerian ESDM. Kebijakan tersebut telah diperluas penerapannya dari hanya PSO kini berlaku ke non-PSO.

"Sebelumnya kan untuk PSO, jadi Non-PSO industri dan kegiatan lain seperti di tambang, perkapalan, kereta api," ucapnya.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Juli 2018 sebesar 18,27 miliar dolar AS disumbang dari impor minyak dan gas (migas) 2,61 miliar dolar AS dan impor non migas 15,66 miliar dolar AS.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, peningkatan ini dipicu oleh naiknya nilai impor migas 475,3 juta dolar AS atau naik 22,2 persen karena seluruh komponen migas naik seperti minyak mentah naik 15,01 persen, hasil minyak naik 28,81 persen, dan gas 15,69 persen. Impor non migas juga naik 6,52 miliar dolar AS atau 71,54 persen.

"Impor Juli 18,27 miliar dolar AS naik 62,17 persen dibanding juni 2018. Pergerakananya sama, memang sesudah lebaran biasanya ada kenaikan impor," ujarnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
18 hari lalu

Bukan Cuma Pertalite, Pemerintah Juga Bakal Perketat Pengguna LPG 3 Kg

18 hari lalu

Bahlil Targetkan Pembangunan PLTS 100 GW Dikerjakan Bertahap dalam 3 Tahun

23 hari lalu

PLN Garap Panas Bumi Jadi Listrik 45 MW di Lampung-Sulut, Gandeng Pertamina

22 hari lalu

Anggaran Subsidi Energi Naik Jadi Rp272,9 Triliun di RAPBN 2027, ESDM Ungkap Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal