Suku Bunga Deposito Tinggi, Gubernur BI Nilai Wajar

Isna Rifka Sri Rahayu
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

Kendati demikian, suku bunga kredit perbankan masih berada di level yang rendah karena perbankan memilih untuk menjaga agar tetap rendah. Perbankan melakukan berbagai efisiensi untuk mengurangi selisih suku bunga deposito dengan suku bunga kredit.

"Kredit korporasi masih di bawah 10 persen, kalau konsumsi 11 persen, jadi bank-bank lebih banyak meningkatkan efisiensi dan langkah lain sehingga spread suku bunga kredit dan funding menyempit," ucapnya.

Kondisi ini masih akan berlanjut karena BI kemungkinan masih melanjutkan tren kenaikan suku bunga acuan di tahun ini. Hal ini sebagai respons atas kenaikan suku bunga acuan AS (Fed Funds Rate) yang diperkirakan naik dua kali pada 2019.

Kendati demikian, BI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus berkoordinasi melakukan pemantauan likuiditas perbankan. Misalnya dengan melakukan operasi moneter, ekspansi moneter, dan kebijakan lainnya untuk mencukupi likuiditas di perbankan dan pasar uang.

"Kami akan pastikan lidkuitas cukup di pasar uang dan perbankan. Kalau OJK memantau kondisi likduitas perbankan itu cukup," tutur dia.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Makro
20 hari lalu

Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan

Nasional
20 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Nasional
21 hari lalu

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.389 Triliun per Januari 2026

Nasional
31 hari lalu

Cadangan Devisa RI Turun Jadi 151,9 Miliar Dolar AS per Februari 2026, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal