Teken MoU, RI-UEA Perkuat Kerja Sama Pengembangan Sektor Industri

Isna Rifka Sri Rahayu
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Foto: Setkab)

Potensi kerja sama di sektor industri agro, khususnya terkait pulp dan kertas, terbuka dengan beroperasinya Al-Nakheel selaku industri baru yang memproduksi tisu di Abu Dhabi. Sedangkan, di sektor industri logam dan permesinan, peluang kolaborasi dengan Indonesia ditopang adanya Ashok Leyland dan Ras Al Khaimah yang telah membangun industri kendaraan pertama dan terbesar di UEA.

“Bahkan, mereka punya sektor jasa industri khususnya pemeliharaan pesawat, yakni Advanced Military Maintenance Repair and Overhaul Center (AMMRROC),” tuturnya.

Di sektor industri kimia, UEA menduduki posisi ketiga terbesar setelah Saudi Arabia dan Qatar untuk pengembangan industri petrokimia di kawasan Timur Tengah.

Potensi ini sejalan dengan program pemerintah Indonesia yang sedang fokus menggenjot daya saing industri kimia, seiring implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang menyiapkan sektor manufaktur mampu memasuki era industri 4.0.

“Di samping itu, sektor IKM merupakan kegiatan bisnis yang menguasai hingga 95 persen dari total sektor industri yang berpusat di Kota Dubai. Sektor IKM juga menciptakan sekitar 43 persen lapangan pekerjaan di kota tersebut,” katanya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

Megawati Minta PBB Segera Buat Hukum Internasional Atur AI

Internasional
9 hari lalu

Bikin Takjub! Dubai akan Bangun Jalan Berlapis Emas Pertama di Dunia

Nasional
16 hari lalu

Investor UEA Tanam Modal Rp4 Triliun di IKN, Bangun Kawasan Terpadu

Nasional
5 bulan lalu

Presiden Prabowo Bertemu MBZ di Abu Dhabi, Soroti Eskalasi di Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal