JAKARTA, iNews.id - Pelaku industri membidik pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) dalam negeri mencapai dua digit hingga akhir 2020. Pertumbuhan tersebut bisa direalisasikan jika industri mamin menyelesaikan berbagai hambatan yang saat ini masih terjadi.
“Jika hambatan-hambatan yang dihadapi industri mamin bisa diselesaikan, kami sampaikan ke Pak Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bahwa pertumbuhan tahun ini bisa double digit,” kata Adhi usai bertemu dengan Menperin di Jakarta, Rabu (8/1/2020).
Adhi menyampaikan, beberapa hambatan yang disampaikannya kepada Menperin antara lain persoalan ketersediaan bahan baku. Pelaku usaha meminta jaminan akan ketersediaan bahan baku, termasuk jika bahan baku tersebut belum tersedia di Indonesia dan harus diimpor dari negara lain.
“Yang ada adalah bahan baku. Ketersediaan bahan baku mamin ini tadi Pak Menteri sepakat tidak boleh dihambat. Pak menteri sudah menyampaikan ke Kementerian/Lembaga (K/L) terkait supaya ini dilancarkan dan diberikan prioritas,” ucap Adhi.
Dalam hal ini, Adhi menyampaikan bahwa Kemenperin akan memberikan izin prinsip impor bahan baku secara tahunan, sehingga industri dapat merencanakan usahanya dengan leluasa.