Menurut Buwas hal ini terjadi akibat banyaknya hambatan yang dihadapi perseroan dalam proses penyaluran. "Di lapangan dihambat sedemikian rupa," katanya.
Salah satu hambatan dihadapi oleh perusahaan, yakni adanya modus kecurangan dilakukan oknum yang menimbulkan kesan buruk terhadap beras Bulog. "Kemarin sudah mulai viral, diviralkan beras Bulog bau, diterima tidak baik. Pernyataan-pernyataan yang dihasilkan ke dalam rekaman video," ucapnya.
Ditemui di tempat yang sama, Direktur Operasional Bulog Tri Wahyudi Saleh juga mengatakan hal yang senada. Ia meyakini bahwa sampai dengan akhir tahun realisasi penyaluran beras Bulog untuk BPNT tidak akan lebih dari 100.000 ton.
"Kalau ada perbaikan ya paling maksimal 150.000 ton," katanya.