The Fed Agresif Kendalikan Inflasi, AS Diprediksi Bakal Resesi

Shelma Rachmahyanti
Kantor Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal reserve (The Fed). (Foto: dok iNews)

"Kemungkinan resesi di tahun depan tidak terlalu tinggi. Semua tanda adalah bahwa ini adalah ekonomi yang kuat, dan yang akan mampu berkembang dalam menghadapi kebijakan moneter yang kurang akomodatif,” kata Powell kepada wartawan selama pertemuan The Fed, pada Maret 2022. 

Hal itu, lanjutnya, didasarkan pada pasar tenaga kerja yang kuat, pertumbuhan penggajian yang solid dan neraca bisnis dan rumah tangga yang kuat. 

Departemen Tenaga Kerja melaporkan bulan lalu bahwa indeks harga konsumen naik 7,9 persen pada Februari 2022 (yoy), menandai kenaikan tercepat sejak Januari 1982, ketika inflasi mencapai 8,4 persen.

CPI, yang mengukur sekumpulan barang mulai dari bensin hingga perawatan kesehatan, naik 0,8 persen dari Januari.

Pembacaan indeks harga konsumen terbaru, yang akan dirilis pada Selasa pagi, diperkirakan akan menjadi doozy lainnya. Ekonom memperkirakan indeks akan naik di atas 8 persen, mencapai tertinggi baru 40 tahun. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Makro
9 hari lalu

Inflasi Maret 2026 Sebesar 0,41% Didorong Harga BBM hingga Daging Sapi

Makro
9 hari lalu

BPS Catat Inflasi Maret 2026 Turun jadi 0,41% meski Puasa dan Lebaran

Megapolitan
25 hari lalu

Terungkap! Ini Penyebab Harga Telur Ayam di Bandung Melonjak Jelang Lebaran

Nasional
1 bulan lalu

Purbaya Ungkap Belum Ada Rencana Naikkan Harga BBM Subsidi usai Minyak Dunia Melonjak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal