The Fed Agresif Kendalikan Inflasi, AS Diprediksi Bakal Resesi

Shelma Rachmahyanti
Kantor Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal reserve (The Fed). (Foto: dok iNews)

"Kemungkinan resesi di tahun depan tidak terlalu tinggi. Semua tanda adalah bahwa ini adalah ekonomi yang kuat, dan yang akan mampu berkembang dalam menghadapi kebijakan moneter yang kurang akomodatif,” kata Powell kepada wartawan selama pertemuan The Fed, pada Maret 2022. 

Hal itu, lanjutnya, didasarkan pada pasar tenaga kerja yang kuat, pertumbuhan penggajian yang solid dan neraca bisnis dan rumah tangga yang kuat. 

Departemen Tenaga Kerja melaporkan bulan lalu bahwa indeks harga konsumen naik 7,9 persen pada Februari 2022 (yoy), menandai kenaikan tercepat sejak Januari 1982, ketika inflasi mencapai 8,4 persen.

CPI, yang mengukur sekumpulan barang mulai dari bensin hingga perawatan kesehatan, naik 0,8 persen dari Januari.

Pembacaan indeks harga konsumen terbaru, yang akan dirilis pada Selasa pagi, diperkirakan akan menjadi doozy lainnya. Ekonom memperkirakan indeks akan naik di atas 8 persen, mencapai tertinggi baru 40 tahun. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

57 tahun lalu

Breaking News: BI Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 Persen

57 tahun lalu

Mendagri Pantau Dampak Kenaikan Harga Pertamax terhadap Inflasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal