Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: dok iNews)
Suparjo Ramalan

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, meninjau rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Major Project Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di Papua Barat.

Luhut sudah memantau langsung rencana pembangunan infrastruktur di Papua, misalnya pembangunan Jalan Trans Papua yang dibangun sepanjang 3.462 kilometer, jalan strategis di Papua Barat, Bandar Udara Siboru Fak Fak. 

Selanjutnya, Pelabuhan Sorong Eksisting dan Pelabuhan Arar, Pelabuhan Waisai, Bandar Udara Perairan (Sea Plane), infrastruktur biru sumber daya air, Proyek Tangguh LNG Train 3, serta pengembangan ekonomi kawasan.

Menko Luhut kemudian menyampaikan permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar rencana pembangunan PSN dan RPJMN 2020-2024 di Papua segera diselesaikan. 

Menurut dia, permintaan itu disampaikan Presiden Jokowi karena menilai pembangunan proyek-proyek tersebut dapat meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi 

"Melalui pembangunan-pembangunan ini, bukan hanya dapat meningkatkan konektivitas dan keterisolasian, tetapi juga memajukan wilayah di Papua Barat," ungkap Luhut, Jumat (12/8/2022). 

Luhut mengungkapkan, Presiden Jokowi menginginkan agar seluruh pembangunan berjalan sesuai waktu yang ditentukan dan berdasarkan hasil studi kelayakan.

Pada kesempatan itu., Luhut juga meminta pemerintah daerah setempat dapat mengajak universitas di kawasan tersebut maupun akademisi lain untuk bantu menjalankan riset. 

Dia mencontohkan Bandar Udara Sea Plane yang dibangun dekat dari Bandar Udara Marinda. Setelah dilakukan studi dan pembangunan runway sepanjang 1.500 meter dan lebar 30 meter, nantinya akan dilanjutkan dengan pilot project  pesawat amfibi N219.

Melihat sumber daya alam yang melimpah di Papua Barat, Luhut mengungkapkan di masa mendatang akan dilakukan hilirisasi atau downstream industry. 

Salah satu hilirisasi yang dapat dilakukan adalah dengan Proyek Tangguh LNG Train 3. Ketersediaan gas yang melimpah di Papua Barat dapat dimanfaatkan dengan pendirian pabrik petrokimia pada Kawasan Industri Onar di Teluk Bintuni. 


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT