Uni Eropa Permasalahkan CPO, RI Akan Bawa dalam Evaluasi IEU-CEPA

Rully Ramli
Pemerintah menentang dengan keras keputusan Komisi Eropa yang telah menyetujui Delegated Act. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menentang dengan keras keputusan Komisi Eropa yang telah menyetujui Delegated Act yang menyebutkan bahwa produk minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) tidak layak digunakan karena dianggap berisiko tinggi terhadap kerusakan lingkungan. Nantinya, kebijakan tersebut kembali dibahas di Parlemen Uni Eropa.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemdag) Iman Pambagyo mengatakan, pemerintah akan mengevaluasi kerja sama, Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA). Ini merupakan langkah tegas yang diambil menunjukan ketidaksetujuannya dengan tindakan Uni Eropa.

"Saat ini pemerintah sedang mengkaji bagaimana kelanjutan CEPA ini. Kita bicara, kalau tahun lalu itu total ekspor kita ke UE 17,1-17,2 miliar dolar AS. Tapi kalau bicara mengenai kelapa sawit, kita bicara soal 17 juta tenaga kerja," tutur Iman, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (18/3/2019).

Menurut dia, kebijakan baru di Uni Eropa itu akan berdampak cukup besar terhadap industri kelapa sawit nasional. Terlebih lagi, terhadap sumber daya manusianya. "Jadi silakan sendiri magnitude masalahnya seperti apa. Saat ini pemerintah sedang melakukan kajian what to do next dengan IEU CEPA," katanya.

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, tidak menutup kemungkinan perjanjian kerja sama ini masih akan dilanjutkan pembahasannya. Namun, Uni Eropa perlu lebih memerhatikan posisi minyak kelapa sawit, dalam perjanjian ini.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Internasional
30 hari lalu

Panas! Iran Akan Usir Atase Pertahanan Negara-Negara Uni Eropa

Internasional
30 hari lalu

Balas Dendam, Iran Akan Masukkan Militer Negara Uni Eropa dalam Daftar Teroris

Mobil
2 bulan lalu

Hadapi Serbuan Mobil China, Uni Eropa Ubah Strategi Akan Kendalikan Harga Kendaraan

Internasional
2 bulan lalu

Gempur Ukraina Pakai Rudal Oreshnik, Rusia: Peringatan untuk NATO

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal