Utang Negara Miskin Capai Rp956,50 Triliun, Bank Dunia Ingatkan Potensi Gagal Bayar

Aditya Pratama
Presiden Bank Dunia David Malpass. (Foto: Reuters)

"China adalah salah satu kreditur besar. Jadi, sangat penting bagi China untuk terlibat dalam masalah ini dan memikirkan ke mana dunia akan pergi, serta tanggap untuk bekerja dengan apa yang perlu dilakukan untuk mencapai keberlanjutan bagi negara-negara tersebut," ucap Malpass.

Secara terpisah, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva mengatakan, perubahan pada kerangka kerja sama G20 tentang restrukturisasi utang diperlukan. Hal ini di antaranya untuk mempercepat penanganan utang, membekukan pembayaran layanan utang begitu suatu negara meminta bantuan, dan membuka proses untuk negara berpenghasilan menengah seperti Sri Lanka.

"Kami khawatir ada risiko kepercayaan pada resolusi utang terkikis pada saat tingkat utang sangat tinggi. Kami tidak melihat pada titik ini risiko krisis utang sistemik," ucap Georgieva.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
4 jam lalu

Update Banjir Nepal-China: 160 Orang Tewas, 1.300 Hilang termasuk 500 Turis Asing

2 hari lalu

Ruben Onsu Tak Mampu Biayai Kehidupan Anak gegara Terlilit Hutang? Ini Faktanya!

3 hari lalu

Awal Mula Ruben Onsu Terseret Kasus Penipuan, Ini Kronologinya!

3 hari lalu

Viral Matel Masuk Mobil dan Ancam Piting Pengemudi saat Tagih Utang di Jakbar, Pelaku Ditangkap!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal