JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjamin kondisi utang pemerintah Indonesia masih cukup baik. Dia berkomitmen menjaga utang tetap terkendali.
"Indonesia masih memiliki tingkat rasio utang 30 persen terhadap PDB (Produk Domestik Bruto), dibandingkan banyak negara lain terutama negara-negara maju atau negara tidak maju itu 30 persen termasuk cukup baik dan rendah," katanya saat rapat kerja di Ruang Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/11/2019).
Data Kementerian Keuangan menunjukkan, utang pemerintah hingga akhir Agustus 2019 mencapai Rp4.680 triliun. Angka tersebut setara 29,8 persen terhadap PDB nasional.
Dia menyebut, negara-negara lain memiliki rasio utang terhadap PDB yang cukup besar. Jepang misalnya, rasio utangnya mencapai 200 persen, lalu Singapura 113 persen. Bahkan Malaysia berada di atas 50 persen terhadap PDB.
Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, pemerintah akan terus menjaga rasio utang terkendali di level 30 persen terhadap PDB. Hal ini dilakukan supaya kesinambungan APBN tetap terjaga dan tak terbebani pembayaran bunga utang.
Sri Mulyani menambahkan, pemerintah akan mengelola utang secara hati-hati dengan cara menekan defisit APBN dan bunga pembayaran utang. Dari sisi defisit, kata dia, terus ditekan jauh di bawah 3 persen sementara beban bunga diharapkan terus turun seiring turunnya imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun.
"Arah kebijakan utang 2020 tetap kita jaga prinsip kehati-hatiannya sehingga utang terkendali sesuai tren dan juga akan kita tingkatkan kesehatan perekonomian dan APBN kita," tuturnya.