Bahlil Ungkap Dugaan Ekspor Ulang Gas RI ke Negara Lain, Singgung Komitmen Kontrak dengan Singapura

iNews TV
pasokan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) asal Indonesia yang dikirim ke Singapura tidak sepenuhnya dikonsumsi untuk kebutuhan domestik negara tersebut. Foto: iNews TV

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya dugaan bahwa pasokan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) asal Indonesia yang dikirim ke Singapura tidak sepenuhnya dikonsumsi untuk kebutuhan domestik negara tersebut. Sebagian pasokan tersebut diduga dijadikan komoditas perdagangan (trading) untuk diekspor kembali ke negara lain.

Hal tersebut disampaikan Bahlil dalam keterangannya terkait dinamika ekspor energi dan pemenuhan kebutuhan di dalam negeri. Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini tetap memegang teguh komitmen dan aturan kontrak yang berlaku dalam menjalin kerja sama internasional, termasuk pasokan gas pipa dan kargo LNG ke negara tetangga.

Kendati demikian, pemerintah menegaskan pentingnya prinsip kesetaraan serta penghargaan antaranaragara (equal treatment). Menurut Bahlil, Indonesia selalu menghargai kontrak yang telah disepakati, namun pihak luar juga diminta untuk tetap menjunjung tinggi rasa saling menghargai dalam hubungan bilateral.

Terkait kebijakan pemangkasan pasokan gas pipa sebesar 31 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dari total komitmen pasokan yang ada, Bahlil menegaskan bahwa langkah tersebut masih berada di dalam batas minimum ketentuan kontrak yang disepakati, sehingga tidak menyalahi aturan hukum maupun perjanjian yang berlaku.

Penyesuaian pasokan ini dilakukan guna memprioritaskan kebutuhan domestik, termasuk pasokan untuk Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta industri dalam negeri di tengah proses pemeliharaan fasilitas energi.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
1 jam lalu

Prabowo Segera Resmikan Program Listrik Desa di 1.413 Titik, Perluas Akses Energi 

6 jam lalu

Bahlil soal Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura: Kebutuhan Domestik Jadi Prioritas

17 jam lalu

Prabowo Segera Resmikan Pabrik Baterai Mobil Listrik Antam-CATL, Nilai Investasi Rp95 Triliun

2 hari lalu

Bahlil Ungkap Dampak Konflik Geopolitik Global, Minyak Kini Lebih Dicari daripada Emas

3 hari lalu

Proyek Gas Abadi Masela Ditargetkan Berproduksi 2029, Hasilkan 9,5 Juta Ton LNG per Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal