Bahlil soal Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura: Kebutuhan Domestik Jadi Prioritas
JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan, pemangkasan ekspor gas ke Singapura dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dalam negeri. Pemerintah akan kembali mempertimbangkan ekspor apabila pasokan gas domestik telah mencukupi.
Bahlil mengatakan, pemenuhan kebutuhan gas untuk industri dan sektor lainnya di dalam negeri menjadi prioritas sebelum pemerintah mengirimkan pasokan ke negara lain.
"Kita lihat perkembangannya lah. Kan kita harus memprioritaskan kepentingan domestik. Tapi kalau domestik sudah cukup, saya pikir kita harus juga mengirim ekspor ke negara lain," ucap Bahlil saat ditemui di Istana Negara, Jakarta dikutip, Jumat (30/10/2026).
Dia menambahkan, pengurangan ekspor gas ke Singapura mencapai 31 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Jumlah ini merupakan sebagian dari total kontrak pengiriman gas melalui pipa sebesar 409 MMSCFD.
Bahlil memastikan, pemangkasan tersebut belum melanggar kontrak yang telah disepakati karena masih berada di atas batas minimum pengiriman yang ditetapkan.