Dampak Erupsi Anak Krakatau: Masker Diserbu Warga hingga Ribuan Penerbangan Dibatalkan

iNews TV
Penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau kian meluas hingga menyelimuti wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Foto: iNews TV

JAKARTA, iNews.id — Penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau kian meluas hingga menyelimuti wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Sejumlah warga di berbagai daerah mulai merasakan dampak langsung keberadaan partikel halus tersebut di lingkungan tempat tinggal mereka, yang sekaligus memicu lonjakan permintaan alat pelindung diri, seperti masker.

Di kawasan Kolong Tol Andara, Jakarta Selatan, lapak pedagang masker mendadak diserbu warga. Masyarakat berbondong-bondong membeli masker dalam jumlah banyak untuk persediaan beraktivitas di luar rumah setelah melihat lapisan debu vulkanik menempel di permukaan kendaraan dan fasilitas umum. Fenomena ini membuat omset para pedagang masker di lokasi tersebut melonjak hingga empat kali lipat dari hari biasa.

Kondisi serupa terjadi di pusat perdagangan alat kesehatan Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Warga mendatangi lokasi tersebut sejak pagi untuk berburu masker tipe KN95 lima lapis sesuai imbauan pemerintah.

Tingginya permintaan membuat stok masker tipe tersebut di sejumlah toko habis terjual. Partikel abu vulkanik yang dinilai sangat halus dan berisiko bagi saluran pernapasan mendorong masyarakat memborong masker meski harus beralih ke jenis lain akibat kelangkaan stok.

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau juga melumpuhkan sektor transportasi udara secara signifikan. Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta bersama Bandara Halim Perdanakusuma dan enam bandara lainnya ditutup sementara hingga sore hari guna menjaga keselamatan penerbangan dari paparan abu vulkanik.

Tercatat sebanyak 2.300 penerbangan dibatalkan dengan total penumpang terdampak mencapai 263.000 orang. Untuk mengurai penumpukan calon penumpang yang memadati area terminal, Kementerian Perhubungan mendorong seluruh maskapai mengalihkan penerbangan ke beberapa bandara alternatif, seperti Bandara Kertajati, Ahmad Yani Semarang, Juanda Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), dan Solo.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
6 hari lalu

Haru! Gubernur Banten Kenang 5 Jurnalis: Kami Sempat Diskusi Kurang dari 24 Jam sebelum Hilang

6 hari lalu

Pencarian 5 Jurnalis Hilang Dihentikan, Pemred iNews: Kami Masih Mengharapkan Keselamatan

6 hari lalu

Breaking News: Pencarian Jurnalis iNews dan 7 Orang Lain Dihentikan

6 hari lalu

10 Hari Berlalu Tanpa Petunjuk, Operasi SAR Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Terus Dicari

6 hari lalu

Hari Kesepuluh Pencarian Jurnalis iNews dan 7 Orang Hilang, 24 Kapal Sisir 10 Sektor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal