Firman mengungkap kondisinya belum sepenuhnya pulih usai kejadian tersebut.
“Sampai sekarang dada saya masih sakit, nyeri,” ujar Firman setelah pertandingan.
Dia juga menyebut Hilmi sempat meminta maaf, namun sikapnya dinilai tidak menunjukkan penyesalan yang layak. “Sudah, tapi agak tidak ada etikatnya,” ucap Firman singkat.
Tak menunggu keputusan federasi, manajemen Putra Jaya Pasuruan langsung mengambil langkah tegas. Klub merilis surat pernyataan resmi yang menyatakan Muhammad Hilmi Gimnastiar dipecat dan tidak lagi menjadi bagian dari tim.
Insiden ini langsung mendapat respons keras dari Komite Disiplin PSSI. Ketua Komdis PSSI, Umar Husin, menegaskan keselamatan atlet merupakan prinsip utama dalam olahraga, termasuk sepak bola.
“Isu tentang keselamatan atlet ini tidak hanya monopoli keluarga sepak bola. Semua olahraga harus menjamin keselamatan atletnya. Pertandingan bisa ditunda, dibatalkan, atau ditutup kalau mengancam keselamatan atlet,” ujar Umar Husin.