Merespons kondisi tersebut, BPOM berencana memperketat pengawasan dengan menggandeng BNN, Kepolisian, serta Kementerian Kesehatan guna mencegah penyalahgunaan gas tertawa di masyarakat.
Secara legal di Indonesia, nitrous oxide memiliki fungsi penting di berbagai sektor. Di bidang medis, gas ini digunakan sebagai anestesi dan pereda nyeri, terutama pada prosedur gigi dan persalinan.
Dalam dunia otomotif, nitrous oxide dikenal sebagai NOS untuk meningkatkan tenaga mesin dengan menambah suplai oksigen saat pembakaran. Sementara di industri kuliner, gas ini berfungsi sebagai pendorong pada kaleng krim semprot.
Penyalahgunaan nitrous oxide untuk tujuan rekreasi menimbulkan efek euforia, rasa ringan, dan tertawa tanpa sebab. Kondisi tersebut mendorong sejumlah negara seperti Inggris, Belanda, Denmark, Belgia, Prancis, Amerika Serikat, Australia, dan Thailand melarang penggunaan gas tertawa di luar kepentingan medis dan industri.