Ia menjelaskan bahwa kasus penganiayaan tersebut pada kenyataannya dilakukan oleh ketua umum partai kecil yang tidak lolos ke parlemen. Menurutnya, pola rumor keterlibatan Bahlil dalam skandal penyadapan ini serupa dengan hoaks penganiayaan tersebut.
"Nah, sekarang jangan-jangan juga gitu, 'Partai besar'. Partai besarnya siapa, kita enggak tahu. Dan sebenarnya hal yang seperti itu di-skip saja, karena tidak terkonfirmasi dan kebenarannya tidak bisa diverifikasi," tegas Sarmuji.