JAKARTA, iNews.id – Guyuran hujan deras yang turun dalam beberapa waktu terakhir di sejumlah wilayah membawa angin segar bagi warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, hujan deras yang turun selama beberapa jam membuat kabut asap yang sebelumnya menyelimuti kota mulai menipis dan jarak pandang di sejumlah ruas jalan raya terpantau kembali membaik.
Kondisi serupa juga dirasakan warga di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, serta Kota Palembang, Sumatera Selatan. Setelah berbulan-bulan bergelut dengan cuaca panas dan paparan asap pekat akibat kemarau panjang, turunnya hujan disambut penuh syukur oleh masyarakat. Warga mengaku senang karena dapat kembali menikmati udara pagi yang lebih segar serta keleluasaan dalam beraktivitas.
Kendati demikian, tantangan di lapangan masih cukup berat. Di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, kobaran api karhutla dilaporkan semakin meluas hingga mendekati kawasan pusat rehabilitasi orang utan. Petugas gabungan bersama para relawan terus berjibaku menghadapi medan yang sulit demi memadamkan titik api dan memastikan keselamatan satwa-satwa endemik yang berada di dalam kawasan konservasi.
Perjuangan berat turut dirasakan tim pemadam di lahan gambut. Karhutla pada lahan gambut menyimpan bara api tersembunyi di dalam tanah yang sulit dijangkau, bahkan membuat air semprotan pemadam sempat mendidih akibat panasnya suhu di dalam tanah. Di balik aksi heroik tersebut, dedikasi tinggi para relawan di garis depan menjadi tumpuan utama dalam menanggulangi dampak karhutla demi memulihkan kualitas udara dan keselamatan masyarakat luas.