Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Pangkas Pasokan Gas, Singapura Pastikan Pasokan Energi Aman
Advertisement . Scroll to see content

Asap Karhutla Tak Lagi Terdeteksi ke Singapura dan Malaysia, tapi Masih ke Australia

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:47:00 WIB
Asap Karhutla Tak Lagi Terdeteksi ke Singapura dan Malaysia, tapi Masih ke Australia
Asap karhutla dari Indonesia tidak lagi terdeteksi menyebar ke Singapura dan Malaysia, tetapi terdeteksi adanya asap lintas menuju Australia bagian utara. (Foto: Dok. BMKG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Indonesia tidak lagi terdeteksi menyebar ke Singapura dan Malaysia. Hal ini berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9 yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin (26/10/2026) pukul 10.00 WIB.

Meski demikian, BMKG masih mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah Indonesia. Wilayah tersebut meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua Selatan.

“Terdeteksi asap di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua Selatan,” tulis BMKG dalam laporannya.

BMKG menambahkan, sebaran asap di sejumlah wilayah tersebut bergerak mengikuti pola angin dari arah selatan, barat daya, barat, hingga barat laut. Secara umum, angin di Indonesia bertiup dari timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara.

Di sisi lain, BMKG mendeteksi adanya asap lintas batas atau transboundary haze dari Papua Nugini menuju Papua Selatan, serta dari Papua Selatan menuju Australia bagian utara.

“Terdeteksi adanya Transboundary Haze dari Papua Nugini ke Papua Selatan dan Papua Selatan ke Australia bagian Utara,” tuturnya.

BMKG juga mengingatkan bahwa sebaran asap tidak selalu dapat terdeteksi melalui satelit. Kondisi tersebut dapat terjadi apabila asap berada di bawah tutupan awan atau memiliki konsentrasi yang sangat tipis.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut