TEHERAN, iNews.id – Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, memerintahkan pasukan negaranya tetap menutup Selat Hormuz di tengah konflik yang terus meningkat dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran televisi pemerintah Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran minyak paling sibuk di dunia. Kawasan tersebut menjadi titik strategis bagi perdagangan energi global sehingga setiap ancaman blokade langsung memicu kekhawatiran pasar internasional.
Dalam pesan publik pertamanya, Mojtaba Khamenei menegaskan Iran harus memanfaatkan posisi strategis Selat Hormuz sebagai alat tekanan terhadap lawan.
“Keinginan masyarakat adalah melanjutkan pertahanan secara efektif. Kami juga harus terus menggunakan pengaruh penutupan Selat Hormuz. Kajian juga dilakukan untuk membuka front lain yang masih sedikit dipahami musuh dan sangat rentan bagi mereka,” demikian isi pernyataan Mojtaba Khamenei yang disiarkan televisi Iran.
Pidato tersebut menjadi pesan publik perdana Mojtaba Khamenei setelah dia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas akibat serangan militer AS dan Israel ke Iran.
Di tengah ketegangan tersebut, AS meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah. Washington mengumumkan pengiriman sekitar 2.500 prajurit marinir menuju wilayah dekat Iran.