WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam aliansi pertahanan NATO akan menghadapi masa depan yang sangat suram jika menolak untuk membantu mengamankan Selat Hormuz.
Trump mendesak anggota NATO mengirim kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz sehingga bisa dilalui kapal-kapal tanker dan dagang.
Bukan hanya NATO, Trump juga mengancam akan menunda pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping yang sedianya digelar pada akhir bulan ini.
“Saya kira China juga harus membantu karena China mendapat 90 persen minyak dari Selat (Hormuz),” kata Trump, kepada surat kabar Inggris Financial Times, dikutip Senin (16/3/2026).
Trump mengharapkan respons dari China secepatnya mengenai penundaan tersebut serta isu Selat Hormuz.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng sedang bertemu di Paris, Prancis, saat ini. Hari pertama dari 2 hari pembicaraan membahas upaya untuk menyelesaikan rencana gencatan senjata perang dagang mereka serta rencana kunjungan Trump ke Beijing untuk bertemu dengan Xi.
Menurut Trump, China sebagai negara yang paling banyak mendapat manfaat dari Selat Hormuz seharusnya membantu mengamankannya.
“Sangat tepat jika orang-orang yang mendapat manfaat dari Selat tersebut membantu, memastikan tidak ada hal buruk yang terjadi di sana,” katanya.
Sebelumnya Trump menyerukan negara-negara untuk mengerahkan kapal perang guna memastikan jalur perairan sempit tersebut tetap terbuka di tengah perang AS-Israel vs Iran.
Trump menyebut beberapa negara termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris mau mengirim kapal perangnya.