TEL AVIV, iNews.id – Suasana politik Israel memanas setelah pendukung oposisi merayakan hasil sementara Pemilu Israel 2026 yang digelar Selasa (27/10/2026). Euforia terlihat di markas Partai Yashar di Tel Aviv setelah hasil hitung cepat (exit poll) menunjukkan persaingan ketat antara kubu oposisi pimpinan Gadi Eisenkot dan blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Berdasarkan tiga hasil exit poll yang dirilis setelah pemungutan suara ditutup pada pukul 22.00 waktu setempat, blok Eisenkot diperkirakan memperoleh 52 dari total 120 kursi parlemen Israel.
Sementara itu, aliansi sayap kanan religius pendukung Netanyahu diperkirakan meraih 50 kursi.
Hasil sementara tersebut menempatkan Eisenkot sedikit di atas Netanyahu dalam perebutan dukungan parlemen. Namun, kedua kubu masih belum mencapai mayoritas yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.
Persaingan ini menjadi sorotan karena merupakan pemilu pertama Israel sejak serangan pada Oktober 2023. Hasilnya diperkirakan akan menentukan arah politik negara tersebut di tengah situasi keamanan dan dinamika regional yang masih menjadi perhatian.
Meski blok Eisenkot memperoleh angka lebih tinggi dalam hasil exit poll, upaya membentuk pemerintahan berikutnya diperkirakan tetap bergantung pada negosiasi dengan partai-partai lain. Dukungan dari partai di luar kedua blok utama dapat menjadi faktor penentu dalam pembentukan koalisi.
Penghitungan suara masih berlangsung sehingga angka tersebut belum menjadi hasil resmi. Perolehan kursi dan peluang masing-masing kubu membentuk pemerintahan masih dapat berubah setelah seluruh suara dihitung dan hasil akhir diumumkan.