ISTANBUL, iNews.id – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap lebih dari 80 sasaran di wilayah Iran. Operasi militer tersebut diklaim sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Tak lama setelah serangan itu, Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke 85 lokasi militer AS di Bahrain dan Kuwait.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut serangan balasan itu menyasar Pelabuhan Salman yang menjadi markas Armada Ke-5 AS di Bahrain, serta Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. IRGC juga mengklaim berhasil menjatuhkan sebuah drone pengintai MQ-9 milik AS yang disebut tengah melakukan operasi di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengumumkan telah menyelesaikan operasi yang menargetkan lebih dari 80 titik di Iran.
Washington menyatakan aksi militer itu merupakan respons langsung atas serangan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.