Pemeriksaan dilakukan untuk mengklarifikasi kejadian yang melibatkan ajudan dan mahasiswa GMNI Samarinda.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Pemprov Kaltim juga menyatakan komitmennya untuk memperbaiki komunikasi dengan masyarakat.
Peristiwa ini menjadi sorotan terkait interaksi antara aparat pengamanan, pejabat pemerintah, dan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi. Penanganan oleh kepolisian diharapkan dapat mengungkap secara jelas kronologi serta fakta di balik insiden yang viral tersebut.