MAROS, iNews.id – Sebuah video yang memperlihatkan keributan antara keluarga pasien dan pihak RSUD Lapalolowi, Maros, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Kericuhan tersebut terjadi lantaran keluarga pasien kecewa dan mempertanyakan klaim rumah sakit yang menyatakan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) penuh, padahal mereka melihat sejumlah tempat tidur tampak kosong.
Dalam rekaman video yang beredar, keluarga pasien sempat bersitegang dengan petugas keamanan serta pegawai rumah sakit. Mereka menilai pelayanan di IGD tidak transparan karena masih ada beberapa ranjang yang tidak terisi pasien.
Menanggapi insiden tersebut, pihak manajemen RSUD Lapalolowi memberikan penjelasan resmi terkait kondisi ruangan saat kejadian. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa kapasitas IGD saat itu memang sedang dalam kondisi penuh.
Adapun beberapa tempat tidur yang terlihat kosong merupakan ranjang khusus tindakan darurat—seperti penanganan korban kecelakaan—yang sengaja dikosongkan untuk antisipasi kasus emergensi sewaktu-waktu. Selain itu, terdapat pula beberapa tempat tidur kosong di bagian belakang yang khusus diperuntukkan bagi pasien anak dengan ukuran yang tidak representatif untuk orang dewasa.
Pihak rumah sakit juga memastikan bahwa pasien yang bersangkutan telah diperiksa oleh dokter jaga dan mendapatkan edukasi karena kondisi medisnya tidak berada dalam situasi gawat darurat.
Sementara itu, Bupati Maros menyayangkan terjadinya insiden kesalahpahaman di fasilitas kesehatan tersebut. Pihaknya menegaskan akan melakukan klarifikasi mendalam dan tidak segan memberikan sanksi tegas apabila terbukti ada kelalaian atau penolakan pasien dari pihak petugas rumah sakit. Peristiwa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan publik di sektor kesehatan dapat berjalan lebih optimal.