Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pasien Kritis Kecelakaan Kerja Ditolak RSUD Rantauprapat, Warga Meluapkan Protes
Advertisement . Scroll to see content

Gelembung Udara di Selang Infus Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter

Sabtu, 12 September 2026 - 09:34:00 WIB
Gelembung Udara di Selang Infus Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter
Munculnya gelembung udara kecil yang bergerak di sepanjang selang infus kerap membuat keluarga pasien panik. (Foto:
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Munculnya gelembung udara kecil yang bergerak di sepanjang selang infus kerap membuat keluarga pasien panik. Banyak yang khawatir udara tersebut akan masuk ke pembuluh darah, menyumbat jantung, hingga mengancam nyawa pasien.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Aditya Surya Pratama, menjelaskan secara medis udara yang masuk ke dalam pembuluh darah memang memiliki risiko yang dikenal sebagai venous air embolism atau emboli udara. Namun, gelembung kecil pada selang infus tidak otomatis menyebabkan kondisi fatal.

“Kalau kita bicara secara medis, udara yang masuk ke pembuluh darah itu memang bisa berbahaya dan bisa disebut venous air embolism atau emboli udara. Tapi bukan berarti satu gelembung udara kecil di selang infus itu langsung bikin seseorang jadi meninggal,” kata dr Adit dalam unggahan video di akun Instagram-nya, dikutip Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, komplikasi serius umumnya terjadi ketika udara dalam jumlah cukup besar masuk ke pembuluh darah vena dalam waktu cepat. Udara tersebut dapat terbawa menuju jantung dan kemudian ke pembuluh darah paru-paru sehingga menghambat sirkulasi.

“Karena masalah serius ini bisa terjadi kalau udara dalam jumlah yang cukup besar masuk ke pembuluh darah vena dengan cepat, yang di mana udara ini bisa terbawa menuju jantung, lalu ke bawah ke pembuluh darah di paru, dan menghambat aliran darah di sirkulasi paru. Dan dalam kondisi yang berat, ini dapat menyebabkan sesak mendadak, nyeri dada, penurunan tekanan darah, gangguan kesadaran, bahkan kolaps kardiovaskular,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut