Viral Video Diduga Tolak Pasien Kritis, Ini Respons RS Unhas Makassar

Yoel Yusvin
Viral video dugaan Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar menolak pasien kritis. (Foto: iNews/Yoel Yusvin)

MAKASSAR, iNews.id - Viral di media sosial seorang pasien diduga ditolak di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Namun, pihak rumah sakit membantah hal tersebut. RS bukan menolak pasien, namun saat itu ruangan IGD RS Unhas sedang penuh.

Dalam video yang viral tampak seseorang merekam saat beradu argumen dengan dokter jaga di depan IGD RS Unhas. 

Terkait video tersebut, pihak RS Unhas Makassar membantah adanya penolakan pasien kritis sesuai video yang viral di media sosial. RS menyebut tidak pernah menolak pasien. Namun, saat itu ruang IGD sedang penuh. Dokter pun melakukan perawatan saat pasien berada di ambulans.

"Waktu itu dokter kami itu ingin mengajak si pembuat video untuk melihat di dalam ada dua orang yang sementara antre untuk masuk ke dalam gitu, untuk menunjukkan memang tidak memungkinkan kami lakukan perawatan di dalam. Tapi bukan berarti ditolak," ujar Kepala Bidang Humas Universitas Hasanuddin Ishaq Rahman, Kamis (1/5/2025).

Menurutnya dokter jaga saat itu melakukan perawatan dengan mengecek kondisi pasien.

"Betul dalam keadaan sakit tetapi tidak terlalu apa namanya, kritis begitu. Tidak terlalu darurat sehingga kemudian segera dilakukan tindakan dan malam itu tidak sampai 1 jam kemudian dia sudah ditangani dalam IGD," katanya.

Pihak RS Unhas saat ini sedang mencari perekam tersebut. Sebab perekam bukan sopir ambulans maupun keluarga dari pasien. Bahkan mereka juga tidak mengenal perekam video viral tersebut.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kritik Penangkapan Roy Suryo, Pengacara: Seperti Penculikan Jenderal di Film G30S/PKI

57 tahun lalu

Jokowi bakal Hadir di Sidang Roy Suryo dan Tifa, Kuasa Hukum Yakin Bisa Jawab Semua Tuduhan

57 tahun lalu

Viral Pengamen Bakar Pagar Rumah Warga di Jatiwaringin Bekasi gegara Tak Diberi Uang

57 tahun lalu

Tiyo Ardianto Dipolisikan, Ray Rangkuti: Harusnya Penjahat yang Dihukum, Bukan Orang Berpikir

57 tahun lalu

PDIP Kritik Diskusi di UGM Hanya Tampilkan Pejabat Pemerintah: Mahasiswa Harus Jadi Narasumber

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal