JAKARTA, iNews.id - Allah SWT memuliakan pernikahan sampai memberikan penjelasan secara detail mengenai aturan menikah dalam Al Quran. Dalam Surat An Nisa Ayat 22 diterangkan tentang wanita-wanita yang haram dinikahi.
الْخَبِيْثَ بِالطَّيِّبِۖ وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَهُمْ اِلٰٓى اَمْوَالِكُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ حُوْبًاوَلَا تَنْكِحُوْا مَا نَكَحَ اٰبَاۤؤُكُمْ مِّنَ النِّسَاۤءِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَۗ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً وَّمَقْتًاۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا ٢٢
wa lâ tangkiḫû mâ nakaḫa âbâ'ukum minan-nisâ'i illâ mâ qad salaf, innahû kâna fâḫisyataw wa maqtâ, wa sâ'a sabîlâ
Artinya: Janganlah kamu menikahi wanita-wanita yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sesungguhnya (perbuatan) itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).
Ustadz Eef Saefullah mengemukakan para ulama dan ahli fiqih menjelaskan sebab-sebab wanita tidak boleh dinikahi ada dua. Pertama muabaddah, selamanya tidak boleh dinikahi.