Kasus Anak Bos Prodia, IPW Duga Oknum Polisi Salah Gunakan Wewenang

riana rizkia
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso (foto: iNews)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyoroti mandeknya kasus dugaan pembunuhan oleh anak bos Prodia hingga terjadinya pemerasan oleh polisi. Menurutnya, ada upaya penyalahgunaan wewenang oleh oknum polisi.

"Namanya unprofessional conduct di sana, dan mengarah pada penyalahgunaan kewenangan," kata Sugeng dalam program Rakyat Bersuara: Main Suap di Kasus Pembunuhan dan Seret Perwira Polisi, di iNews, Selasa (4/2/2025)

Diketahui, mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro diduga melakukan pemerasan kepada anak bos Prodia senilai Rp20 miliar. Uang itulah yang lalu membuat kasus tersebut mandek.

"Kasus ini menjadi mandek salah satu alasannya adalah selain penerimaan sejumlah uang, itu adanya (upaya) pencabutan perkara yang saya dapatkan informasi, dan pembayaran kompensasi," katanya.

Dia menegaskan, kasus matinya seseorang tidak bisa dimandekkan karena adanya pencabutan atau perdamaian. Pasalnya, kasus pembunuhan adalah delik biasa, bukan delik aduan.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
2 hari lalu

Boni Hargens Duga MK Berpolitik karena Proses Gugatan Ijazah Gibran, Ada Skenario Politik 2029?

2 hari lalu

Denny Indrayana Pernah Kirim Surat ke Sekolah Gibran di Singapura dan Australia, Cari Bukti Pendidikan

2 hari lalu

Boni Hargens Tegaskan Gugatan Ijazah Gibran Kental Unsur Politik, MK Tak Berwenang Adili

2 hari lalu

Refly Harun Bongkar 3 Keanehan Surat Keterangan Pendidikan Gibran, Apa Saja?

2 hari lalu

Denny Indrayana cs Dinilai Tak Punya Legal Standing Gugat Ijazah Gibran ke MK

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal