Selain itu, News RCTI+ juga banyak menghadirkan banyak berita review film-film unggulan. Misalnya belum lama ini, ada berita dengan judul Review Film Greenland, Sekali Lagi Film Bak Kiamat yang Menghibur.
Bagaimana dengan perfilman Indonesia? Setali tiga uang. Industri film Tanah Air juga sedang terpuruk. Data Badan Perfilman Indonesia (BPI) menyebut sejak pandemi berhembus hingga Februari 2021 lalu, hanya ada 9 film yang berhasil tayang di bioskop dengan jumlah penonton hanya 400 ribu orang. Padahal, tahun 2019, ada 129 film nasional tayang di bioskop dengan total penonton yang cukup fantastis, 52 juta orang. Tak mengherankan jika para para stakeholder-nya menjerit.
Belum lama ini, mereka telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas soal permasalahan yang dihadapi insan perfilman. Ada lima permintaan yang diajukan yaitu stimulus distribusi film, kampanye Menonton di Bioskop, keringanan paja, memberantas pembajakan film, dan percepatan vaksinasi bagi para pekerja industri film. Hasilnya, pemerintah berkomiten untuk membantu membangkitkan kembali perfilman nasional.
‘’Berita-berita mengenai film masih sangat diminati oleh para pembaca News RCTI+. Kami berkomitmen untuk terus menayangkan berita-berita positif tentang film termasuk juga bagaimana kita bisa ikut memajukan film di Tanah Air,’’ kata Co-Managing Director RCTI+, Valencia Tanoesoedibjo.
Sebagai news aggregator, berita-berita di News RCTI+ disuplai oleh para publisher yang kompeten dan kredibel. Sejauh ini sudah ada 59 publisher dari berbagai genre yang sudah bekerja sama dengan News RCTI+. Hampir semua publisher memiliki berita-berita film dengan berbagai angle. Sehingga setiap hari ada puluhan hingga ratusan berita film yang tayang di News RCTI+.