"Kalau ini yang menarik kan bentuknya 3D. Jadi, memang teknologinya 3D animasi," kata Suhendra.
"Sebenarnya kalau misalkan kita ngomongin animasi, kalau 3D kan lebih hidup gambarnya, pasti cara kerjanya beda. Kita lebih fokusnya ke 3D agar tampilannya lebih real juga," katanya.
Dilengkapi dengan kekuatan dan senjata-senjata dahsyat, Bima S dan lima sahabatnya, Prof. T, Aurora, Ve, dan Nadra-Rama harus bertualang lintas galaksi, melawan monster-monster dan mengumpulkan kekuatan tujuh matrix ajaib untuk menghentikan Infernus, sang musuh besar yang berambisi untuk menguasai semesta.
Setelah sukses dengan serial live action Bima Satria Garuda Series yang pernah tayang di RCTI, Suhendra mengatakan, pihaknya memiliki harapan untuk bisa melaju di layar lebar. Sebab, kehadiran serial animasi ini merupakan suguhan yang baru bagi masyarakat.
"Rencana di layar lebar pasti ada ya. Biasanya kita akan buat beberapa musim sih. Kita yakin dengan produk Bima S karena ini merupakan sesuatu yang baru untuk ditonton masyarakat," ujar Suhendra.
Serial animasi Bima S ini akan tayang setiap Minggu di RCTI, pukul 10.00 WIB. Lewat serial animasi superhero Indonesia ini, Suhendra berharap masyarakat dapat terus mendukung animasi Indonesia dan membantu membukakan jalan dan inspirasi bagi para pegiat film animasi di Tanah Air.
"Harapannya dengan Bima S ini, tentunya masyarakat bisa lebih mendukung animasi Indonesia. Dan itu bagus ya kalau kita bisa membantu masyarakat Indonesia untuk terus berkarya, jadi inspirasi," katanya.