"Ini cerita fantasi dengan memasukkan unsur-unsur cerita yang ada di Nusantara seperti cerita Malin Kundang, versi Malaysia-nya adalah Si Tanggang. Cerita Bawang Merah Bawang Putih, hanya saja untuk versi ini yang baik justru Bawang Merahnya. Jadi ini benar-benar cerita rekaan, fantasi dan bukan cerita yang menitik beratkan sisi legendanya," kata Syed Nurfaiz Khalid.
Dengan menghadirkan cerita legenda dari Tanah Air, hal itu menjadi salah satu kesuksesan film ini di Indonesia. Di luar Jakarta banyak bioskop yang harus menambahkan jumlah layar untuk film ini.
"Antusiasme penonton cukup tinggi di weekend pertama, terlihat dari penuhnya kursi bioskop di beberapa tempat. Tidak hanya Jakarta tetapi di wilayah lain di Indonesia. Melihat hal itu beberapa bioskop menambahkan jumlah layar mereka untuk menayangkan film 'Upin & Ipin: Keris Siamang Tunggal'," ucap Chandra.