Komentar Mengejutkan Badan Film Nasional soal Fenomena Clipper Film Ilegal di Medsos

Niko Prayoga
Plt Kepala Badan Film Indonesia, Celerina Judisari (tengah) saat Konferensi Pers Rilis Hasil Riset Kerugian Pembajakan Film dan Konten Digital di Indonesia di Grand Mercure Hotel Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2025). (Foto: Niko Prayoga)

Ia khawatir, jika hal itu terus terjadi maka industri perfilman Indonesia akan stagnan atau turun, sehingga tidak bisa memproduksi film dengan kualitas yang lebih bagus kedepannya.

"Enggak gampang lho untuk bikin film, dan enggak murah. Kalau itu tidak kembali uangnya, kami tidak bisa berinvestasi lagi membuat film yang baik," ungkap Celerina.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa pihaknya selalu meminta kepada platform media sosial terkait agar bisa menghapus konten ata film ilegal yang terunggah di platform mereka. 

Celerina berharap, dengan cara seperti itu film yang merupakan sebuah karya bisa dilindungi hak ciptanya dengan baik. 

"Kami memang punya tim sendiri yang untuk men-take down kalau di YouTube ya, itu kami berkirim surat ke YouTube. Tapi kan nggak bisa setiap hari begitu, setiap saat," kata dia.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Film
4 jam lalu

Tegas! Bajak Film dan Konten Digital Terancam 10 Tahun Penjara hingga Denda Rp4 Miliar

Film
19 jam lalu

Avisi dan UPH Ungkap Ada 49,5 Juta Penonton Film Bajakan di Indonesia

Film
19 jam lalu

Vision+ Tegas Berantas Pembajakan Film dan Konten Digital, Sebabkan Kerugian Ekonomi Rp30 Triliun!

Film
10 hari lalu

Bukan Bioskop-bioskopan, Waktunya Maraton Film Action di GTV Big Movies

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal