JAKARTA, iNews.id - Panggung Cahaya Muda Indonesia kembali melahirkan sosok inspiratif. Muhamad Harpin, yang akrab disapa Kecap, resmi mengamankan posisi di babak lima besar setelah tampil memukau dengan gaya dakwah yang segar, jenaka, dan kental dengan logat Betawi.
Penampilan Kecap dinilai mampu menghadirkan suasana berbeda di atas panggung. Dia tidak hanya menyampaikan pesan agama secara runtut dan mendalam, tetapi juga membalutnya dengan humor ringan yang mengundang senyum tanpa mengurangi makna.
Perpaduan tersebut membuat dakwahnya terasa dekat dan mudah diterima berbagai kalangan. Ini menjadi karakter utama Kecap dalam menyampaikan dakwah Islam.
Sehari-hari, Kecap mengabdikan diri sebagai pengajar Pendidikan Agama Islam di panti jompo di Jakarta. Pengalaman berinteraksi dengan para lansia membentuk karakter dakwahnya yang lembut dan penuh empati. Nilai-nilai kesabaran dan kepedulian yang dia terapkan di ruang kelas terbawa hingga ke panggung kompetisi.
Tak hanya menunjukkan kemampuan ceramah, Kecap juga sempat menghadirkan sisi lain dirinya sebagai seorang guru. Dukungan dari para penghuni panti jompo tempatnya mengajar menjadi energi tambahan yang memperkuat mental dan penampilannya di setiap babak.
Perjalanan Kecap di Cahaya Muda Indonesia menjadi bukti bahwa dakwah dapat disampaikan dengan cara yang ringan, membumi, namun tetap menyentuh hati. Dengan logat Betawi yang khas dan pembawaan yang hangat, dia berhasil mencuri perhatian dewan juri sekaligus penonton di rumah.
Kini, langkah Kecap di lima besar menjadi harapan baru bagi lahirnya dai muda yang mampu menjembatani pesan agama dengan pendekatan yang relevan dan humanis.