Namun, RCTI tak hanya mengandalkan nostalgia. Sebelum memproduksi Ternyata Ini Cinta, stasiun televisi tersebut lebih dulu melakukan survei serta focus group discussion (FGD) terhadap penonton televisi.
Hasil riset menunjukkan sinetron bertema remaja masih memiliki pasar yang besar, asalkan dikemas dengan konflik yang dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia.
“Kami coba melakukan survei, termasuk FGD dengan penonton TV. Hasilnya cukup menarik. Sinetron dengan tema remaja, tentu dengan kombinasi konten yang pas, yaitu konflik remaja dan drama keluarga, ternyata bisa menarik penonton yang cukup luas,” katanya.
Koento menjelaskan, perpaduan kisah cinta anak muda dengan drama keluarga menjadi strategi utama agar sinetron ini tidak hanya disukai Gen Z, tetapi juga tetap dinikmati penonton dewasa yang selama ini menjadi basis pemirsa RCTI.
“Penonton remaja sudah pasti akan ikut menonton, tapi ternyata ibu-ibu penonton sinetron umur 25 plus juga masih bisa kami ambil dengan kombinasi konten tersebut,” ujarnya.