Mayang kemudian merobek catatan Novan dan memperingatkannya agar tidak mengulangi hal serupa. Novan justru marah karena tulisan tersebut merupakan curahan beban yang sudah dipendamnya selama bertahun-tahun.
Dalam kondisi emosi, Novan meninggalkan kantor dan mendatangi gudang lama Kusuma Food. Tempat itu menjadi saksi kelam karena di sanalah Novan dan Mayang dahulu menguburkan jasad Ryan.
Novan menangis penuh penyesalan di gudang tersebut. Dalam kondisi terpuruk, dia akhirnya mengakui dirinya yang telah merenggut nyawa Ryan.
Sementara itu, rencana Davina mulai dijalankan. Dia mengunci Sena di dalam kamar dengan alasan ingin membuatnya rileks menggunakan irisan tomat dan musik klasik.
Setelah keluar dari kamar, Davina menunggu kedatangan Dion dan Reza. Begitu keduanya tiba, Davina sengaja berteriak seolah-olah Dipa datang.