Veronika bahkan beberapa kali hampir pingsan karena terlalu cemas dan belum makan. Meski begitu, dia berusaha menguatkan Sena sebelum operasi dimulai. Di tengah ketakutannya, Veronika hanya bisa berdoa agar putranya berhasil melewati masa kritis.
Ketegangan semakin meningkat ketika tekanan darah Sena turun drastis saat operasi berlangsung. Kondisi tersebut membuat perjuangan tim medis untuk menyelamatkan nyawanya semakin berat.
Dalam keadaan kritis, Sena mengalami halusinasi tentang Davina. Sosok Davina seolah hadir untuk memintanya agar tidak menyerah dan mengingat janji mereka untuk menikah.
Bayangan perempuan yang dicintainya itu seakan menjadi dorongan bagi Sena untuk terus bertahan. Di tengah perjuangannya melawan maut, janji kepada Davina menjadi salah satu hal yang terus membayangi pikirannya.
Beruntung, dokter akhirnya berhasil mengendalikan pendarahan dan memberikan transfusi darah. Kondisi Sena perlahan mulai stabil, meski perjuangannya belum sepenuhnya selesai.