Akibat skenario tersebut, Sera dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Kehidupannya semakin terpuruk ketika sang ayah, Alfian, meninggal dunia saat dia masih mendekam di balik jeruji besi.
Penderitaan Sera juga diperparah oleh sikap Wilda, adik kandungnya sekaligus kekasih Bram. Wilda meyakini Sera sebagai orang yang telah membunuh pria yang dicintainya. Keyakinan itu membuat Wilda menyimpan kebencian mendalam terhadap sang kakak.
Di sisi lain, Kenzi mulai mengetahui kebenaran di balik kematian Bram. Namun, dia tidak berani membongkar kejahatan yang sebenarnya karena Prayoga mengancam keselamatan keluarganya. Kenzi pun terpaksa bungkam, sementara Sera tetap harus menanggung hukuman atas perbuatan yang tidak dilakukannya.
Lima tahun berlalu, Sera akhirnya bebas dari penjara. Dia kemudian mengetahui amanah yang ditinggalkan ayahnya melalui sebuah wasiat, yakni mengangkatnya sebagai CEO Novelle Beauty. Tanggung jawab tersebut memberi Sera kesempatan untuk meneruskan bisnis kosmetik keluarganya sekaligus menata kembali kehidupannya.
Meski demikian, Sera tidak ingin begitu saja melupakan masa lalu. Dia bertekad mencari bukti untuk mengungkap kejahatan Marvin dan Clara serta memulihkan nama baiknya. Perjuangan itu tidak akan mudah karena orang-orang yang menjebaknya masih berpotensi menghalangi langkahnya.