Di tengah usaha membangun kehidupan baru, Kenzi mulai mencemaskan kondisi Lena. Saat mengimami salat, ia melihat setetes darah dari hidung sang ibu jatuh ke mukena. Wajah Lena yang pucat membuatnya curiga, terlebih Alea kemudian mengungkapkan bahwa Lena harus segera menjalani transfusi darah.
Jika menunggu jadwal BPJS, prosesnya bisa terlalu lama, sedangkan biaya pengobatan secara mandiri diperkirakan mencapai Rp6,2 juta. Kenzi menangis karena merasa tak berdaya menghadapi kebutuhan tersebut. Harapannya untuk mengandalkan uang Bebeto pun pupus setelah saldo yang tampak mencapai Rp1 juta ternyata berkaitan dengan utang pinjaman online.
Mereka juga tidak jadi menjual tablet sekolah Alea maupun motor peninggalan ayahnya, Si Buyung. Meski demikian, Kenzi tetap berjanji akan mendapatkan uang yang dibutuhkan.
Sementara itu, Sera kembali dihantui trauma masa lalunya di penjara. Dalam mimpi buruknya, ia terlibat perkelahian dengan narapidana yang merebut jatah ayam hingga harus dikurung di sel isolasi. Sera terbangun dalam keadaan ketakutan, seolah pengalaman pahit itu belum benar-benar meninggalkannya.
Di tengah kondisi yang belum pulih, ia juga sedang menganggur dan memasang status “open for work” di LinkedIn. Bersama Lita, Sera pergi ke pasar dan belajar menawar belanjaan. Tak disangka, sebuah pesan langsung dari Lena berisi undangan ulang tahun beserta lokasi kontrakan baru membuat Sera kembali berhadapan dengan masa lalu yang belum selesai.