Kondisi berbeda terlihat pada Bimo yang mendapat fasilitas latihan lengkap di sasana. Meski begitu, dia justru tampak kewalahan menjalani persiapan. Marvin kemudian menyuntikkan suatu zat ke bahu Bimo sebagai persiapan cadangan.
Bimo juga menyindir posisi Marvin yang dinilai hanya aman selama mampu memberikan keturunan bagi dinasti Prayoga.
Kilas balik tujuh tahun sebelumnya mengungkap awal perjalanan mereka. Saat itu, Marvin, Kenzi, Bebeto, dan Bimo sama-sama datang ke sasana untuk melamar sebagai petarung. Hanya Marvin yang gagal dalam seleksi.
Namun, Clara kemudian menawarkan pekerjaan kantoran kepada Marvin. Dari situlah hubungan mereka bermula hingga akhirnya Clara menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Kembali ke masa kini, posisi Marvin kembali terancam setelah data taruhan lebih mengunggulkan Kenzi dibandingkan Bimo. Prayoga pun memberikan tekanan kepada Marvin karena situasi tersebut berpotensi memengaruhi kedudukannya dalam keluarga.