Masalah kecil ini membuat keduanya menjadi sering bertengkar. Ditambah lagi, Ayudia ternyata langsung mengandung padahal keduanya memiliki banyak mimpi setelah menikah.
Mereka tidak pernah menyangka akan mendapat momongan secepat itu dan membuat dunia keduanya berubah 180 derajat. Ada kebahagian, keraguan hingga ketakutan yang membayangi pasangan muda ini, terlebih dengan kehadiran buah hati.
Konflik yang Intens
Sepanjang film kita memang disuguhkan dengan beragam konflik. Mulai dari Ayudia yang tidak bisa menerima kebiasaan sang suami, Ditto yang kaget melihat perubahan sikap Ayudia saat hamil dan selalu berdalih hormon yang mempengaruhinya, serta konflik di antara keduanya tentang perlu tidaknya memiliki seorang anak jika hanya membawa masalah baru pada pernikahan.
Pertengkaran demi pertengkaran yang terjadi antara Ayudia dan Ditto menunjukkan ketidaksiapan keduanya untuk memiliki seorang anak. Wajar saja, sebab saat itu mereka masih berusia 24 tahun dan memiliki segudang mimpi yang direncanakan hanya untuk berdua.
Ketika calon bayi hadir, semua berubah. Ayudia takut mimpinya untuk keliling dunia tidak terwujud, dia juga takut hubungannya dengan Ditto jadi menjauh setelah memiliki anak. Apalagi di awal-awal kehamilan, keduanya terus bertengkar dan sempat ingin menggugurkan kehamilan.