1 dari 6 Orang Dewasa Kesulitan Dapat Keturunan, Masyarakat Diimbau Peduli Kesehatan Reproduksi

Mei Sada Sirait
WHO mencatat sekitar 17,5 persen populasi dewasa dunia atau satu dari enam orang mengalami infertilitas pada 2025. (Foto: Ilustrasi AI)

Dia menjelaskan, pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan reproduksi agar masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap penanganan infertilitas. Upaya tersebut mencakup pengembangan layanan fertilitas dan teknologi reproduksi berbantu di berbagai daerah.

Saat ini layanan bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) telah tersedia di 59 rumah sakit berizin yang tersebar di 15 provinsi. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat membantu lebih banyak pasangan yang mengalami kesulitan memiliki anak.

Dengan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan reproduksi dan dukungan layanan medis yang semakin luas, angka infertilitas diharapkan dapat ditekan sehingga kualitas generasi mendatang tetap terjaga.

Caption: Wamenkes Dante Saksono Harbuwono mengingatkan infertilitas menjadi tantangan kesehatan global yang perlu diantisipasi melalui peningkatan kesadaran kesehatan reproduksi.

Tag: infertilitas, kesehatan reproduksi, WHO, Dante Saksono Harbuwono, pasangan usia subur, kesuburan, bayi tabung, IVF.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
3 bulan lalu

Ingin Punya Anak Sehat? Penelitian Ungkap Calon Ayah Sebaiknya Rutin Olahraga

3 bulan lalu

4 Penyebab Pria Sulit Punya Anak, Selain Faktor Genetik Nomor 3 Sering Disepelekan

4 bulan lalu

31 Ribu Ayah Indonesia Sudah Vasektomi, Ini Data Terbaru BKKBN!

4 bulan lalu

Dokter Ungkap 50 Persen Masalah Susah Punya Anak Berasal dari Faktor Pria

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal