Angin duduk kerap disamakan dengan masuk angin, padahal keduanya adalah masalah kesehatan yang berbeda.
Angin duduk merupakan kondisi yang jauh lebih serius daripada masuk angin, dimana kondisi ini disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke jantung. Kondisi ini rupanya termasuk gejala penyakit arteri koroner.
Angin duduk ini juga dikenal dengan istilah angina pectoris. Gejala utamanya adalah rasa nyeri pada dada yang terasa seperti ditekan, dada terasa berat atau sesak, hingga seperti terbakar.
Selain itu, penderita juga bisa mengalami gejala rasa nyeri pada lengan, leher, bahu, punggung, maupun rahang.
Nama penyakit yang hanya orang Indonesia saja yang tahu berikutnya adalah bintitan. Bintitan atau hordeolum merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi mata yang mengalami benjolan berwarna merah mirip jerawat.