Yang membuat Hantavirus kembali menghebohkan dunia adalah outbreak di kapal pesiar MV Hondius. Sedikitnya tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah penumpang lainnya masih menjalani observasi dan perawatan.
WHO juga telah mengonfirmasi adanya kasus positif di Swiss yang berkaitan dengan kapal tersebut. Otoritas kesehatan internasional kini melakukan pelacakan kontak lintas negara karena penumpang berasal dari berbagai wilayah dunia.
Para ahli menduga outbreak ini melibatkan Andes Hantavirus, salah satu strain hantavirus yang langka karena memiliki kemampuan menular dari manusia ke manusia. Meski demikian, penularan biasanya hanya terjadi dalam kontak sangat dekat dan berkepanjangan.
Berbeda dengan Covid-19, WHO menilai risiko hantavirus menjadi pandemi global masih rendah karena sebagian besar strain tidak mudah menyebar antarmanusia.
Hingga kini belum ada vaksin maupun obat antivirus khusus untuk Hantavirus. Penanganan pasien umumnya dilakukan dengan perawatan intensif, bantuan oksigen, hingga ventilator jika terjadi gagal napas.
Karena itu, deteksi dini menjadi faktor penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
Untuk mencegah infeksi Hantavirus, masyarakat disarankan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus. Area yang terkontaminasi sebaiknya dibersihkan menggunakan disinfektan dan tidak disapu dalam kondisi kering agar virus tidak beterbangan di udara.