Apa Itu Surrogate, Prosedur Lahirnya Anak Ketiga Meghan Trainor?

Muhammad Sukardi
Ilustrasi surrogate atau ibu pengganti. (Foto: Ilustrasi AI)

Apa Itu Surrogate? 

Dalam terminologi medis internasional, surrogate adalah perempuan yang mengandung dan melahirkan bayi bagi orang lain melalui prosedur assisted reproductive technology (ART). Praktik ini diakui sebagai bagian dari layanan infertilitas modern yang juga mencakup fertilisasi in vitro (IVF).

Organisasi kesehatan dunia menempatkan ART sebagai solusi medis bagi individu atau pasangan yang tidak dapat hamil secara alami karena alasan kesehatan, seperti gangguan rahim, risiko komplikasi kehamilan, atau kondisi medis kronis yang membahayakan jika hamil.

Prosedur Medis yang Dijalani

Dalam praktik kesehatan, surrogacy yang paling banyak diterapkan adalah surrogate gestasional. Pada metode ini, surrogate tidak memiliki hubungan genetik dengan bayi karena embrio dibentuk di laboratorium melalui IVF, lalu ditanamkan ke rahim surrogate.

Secara medis, tahapan yang dijalani meliputi:

- Skrining kesehatan menyeluruh, termasuk pemeriksaan organ reproduksi, penyakit menular, hormon, dan kesiapan psikologis.

- Pembentukan embrio melalui IVF dengan standar laboratorium yang ketat.

- Transfer embrio yang dilakukan oleh tenaga medis terlatih.

- Pemantauan kehamilan berkelanjutan, sama seperti kehamilan berisiko rendah hingga tinggi, tergantung kondisi surrogate.

Organisasi kesehatan global menegaskan bahwa semua prosedur ART harus berbasis bukti ilmiah, dilakukan oleh fasilitas yang kompeten, dan memprioritaskan keselamatan ibu pengganti serta janin.

Alasan Kesehatan di Balik Surrogacy

Dalam konteks kesehatan masyarakat, surrogacy dipandang sebagai alternatif medis, bukan sekadar pilihan personal. Prosedur ini umumnya dipilih ketika kehamilan berisiko menimbulkan komplikasi serius, baik bagi ibu maupun bayi.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip hak kesehatan reproduksi, di mana setiap individu berhak memperoleh layanan medis yang memungkinkan memiliki keturunan secara aman, selama dilakukan dengan persetujuan sadar dan tanpa paksaan.

Meski memberikan harapan, surrogate tetap membawa risiko medis, seperti komplikasi kehamilan, efek hormonal, dan tekanan psikologis. Karena itu, organisasi kesehatan dunia menekankan pentingnya pengawasan medis berkelanjutan, dukungan kesehatan mental bagi surrogate, serta sistem perlindungan yang mencegah eksploitasi perempuan dalam praktik ART.

Jadi, itu dia penjelasan mengenai surrogate atau surrogacy yang dipilih Meghan Trainor untuk anak ketiganya. Semoga informasi ini bermanfaat. 

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Destinasi
19 hari lalu

Alasan Penduduk China Tak Mau Melahirkan, Biaya Hidup Anak Tembus Rp 1,2 Miliar

Health
2 bulan lalu

Jarum Bius Caesar Sebabkan Sakit Punggung usai Melahirkan? Ini Faktanya!

Seleb
2 bulan lalu

Selamat! Kartika Putri Melahirkan Anak Ketiga Bernama Muhammad Ali

Seleb
2 bulan lalu

Selamat! Yasmine Ow Melahirkan Anak Kedua

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal