Namun, spesies serangga yang terlibat dalam penularan kepada pasien belum dapat dipastikan. Penyelidikan juga masih dilakukan untuk memahami bagaimana infeksi tersebut terjadi.
Hingga kini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa virus Shamonda menyebar secara berkelanjutan dari manusia ke manusia. Karena itu, temuan satu kasus tidak dapat langsung diartikan sebagai tanda terjadinya wabah pada manusia.
Tingkat risiko virus Shamonda terhadap manusia belum dapat disimpulkan secara menyeluruh. Kasus pertama yang dilaporkan terjadi pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh berat sehingga lebih rentan mengalami infeksi dan komplikasi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan ketika menilai kasus ini. Peneliti masih perlu mengetahui apakah infeksi serupa dapat terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh normal dan bagaimana manifestasi penyakitnya.
Otoritas kesehatan Prancis menyatakan belum ada risiko kesehatan bagi masyarakat umum yang teridentifikasi berdasarkan pengetahuan yang tersedia saat ini.
ECDC terus berkoordinasi dengan otoritas Prancis dan mitra di Eropa untuk menyelidiki kemungkinan dampak kesehatan masyarakat. Kapasitas pemeriksaan juga diperkuat untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan kasus lain.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan ECDC telah diberi tahu mengenai temuan tersebut. Investigasi klinis, laboratorium, dan epidemiologi masih berlangsung untuk memperjelas karakteristik virus Shamonda pada manusia.