JAKARTA, iNews.id – Banjir melanda sejumlah wilayah Jakarta dalam beberapa hari terakhir akibat curah hujan tinggi. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memicu berbagai masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.
Salah satu ancaman kesehatan yang kembali menjadi sorotan adalah leptospirosis, penyakit infeksi yang kerap dikaitkan dengan kencing tikus. Penyakit ini berpotensi meningkat saat musim hujan dan banjir karena lingkungan yang lembap memudahkan penyebaran bakteri penyebab infeksi.
Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penyakit ini termasuk zoonosis, yakni infeksi yang dapat menular dari hewan ke manusia. Di Indonesia, kasus leptospirosis cenderung meningkat saat banjir karena air yang tercemar urine hewan, terutama tikus, lebih mudah kontak dengan manusia.
Bakteri Leptospira dapat mencemari air, tanah, dan lumpur. Infeksi terjadi ketika bakteri masuk ke tubuh melalui luka terbuka di kulit atau melalui selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut. Aktivitas warga yang terpaksa menerjang banjir tanpa pelindung memadai meningkatkan risiko penularan.
Berikut lima gejala leptospirosis yang paling umum dan perlu diwaspadai, dirangkum iNews, Selasa (27/1/2026).
1. Demam Tinggi Mendadak
Gejala awal yang paling sering muncul adalah demam tinggi secara tiba-tiba. Suhu tubuh penderita bisa mencapai lebih dari 38 derajat Celsius dan biasanya disertai menggigil serta rasa lemas.
2. Nyeri Otot, Terutama di Betis
Nyeri otot menjadi ciri khas leptospirosis, terutama pada bagian betis dan punggung. Rasa nyeri bisa cukup berat hingga membuat penderita kesulitan berjalan atau beraktivitas.