Bayi Lahir di Tahun 2025 Disebut Gen Beta, Ini Faktanya

Muhammad Sukardi
Bayi lahir di tahun 2025 disebut Gen Beta. (Foto: Unsplash)

JAKARTA, iNews.id - Selamat datang Gen Beta! Ya, bayi yang lahir di 2025 dikategorikan sebagai Gen Beta, bukan Gen Alpha lagi. 

Gen Beta didefinisikan sebagai individu yang lahir antara 2025 hingga 2039. Mereka ini diperkirakan akan menguasai dunia di abad ke-22, menurut peneliti sosial dan futuris, Mark McCrindle. 

"Gen Beta ini membentuk 16% dari populasi global pada 2035," kata McCrindle, dikutip dari Good Morning America, Kamis (2/1/2025). 

Para pemerhati masa depan mengantisipasi bahwa Gen Beta ini akan menjadi generasi yang ditandai oleh integrasi teknologi yang signifikan dan apresiasi yang kuat terhadap keberagaman. 

Untuk memahami lebih lanjut mengenai Gen Beta, berikut fakta-fakta menariknya:

Fakta Menarik Gen Beta yang Lahir di 2025 hingga 2039

1. Mengapa disebut Gen Beta? 

Nama Gen Beta diambil dari alfabet Yunani. Jadi, setelah Gen Alpha, ada Gen Beta. 

Menurut McCrindle, penamaan tersebut mencerminkan cara berbeda generasi ini dibentuk oleh dunia yang semakin terintegrasi dengan teknologi. 

2. Bagaimana teknologi membentuk Gen Beta?

Generasi Beta akan hidup dengan dunia digital dan fisik. Bedanya dengan Gen Alpha, mereka ini menyaksikan kemunculan teknologi pintar dan AI, dan Gen Beta akan memanfaatkan teknologi itu dalam kehidupan sehari-hari. 

AI diprediksi akan memainkan peran penting dalam kehidupan Gen Beta. Dari pendidikan, karier, perawatan kesehatan, hiburan, hingga belanja, semua terkoneksi dengan AI. 

3. Ciri Utama Gen Beta 

McCrindle memperkirakan Gen Beta ini akan menemukan keseimbangan antara tetap terhubung dan mengekspresikan diri. 

Artinya, karena tumbuh dengan dunia yang selalu terhubung, para Gen Beta akan membangun persahabatan, belajar, dan bekerja di ruang di mana interaksi digital menjadi normanya. 

Mulai dari tahun ini, kata McCrindle, orang tua harus membantu Gen Beta untuk membangun identitas digital yang aman dan bijaksana. Artinya, mereka bebas berada di dunia digital, namun tetap memiliki adab dan norma. 

"Ini mendorong mereka untuk mengembangkan rasa individualitas yang kuat baik secara daring maupun di dunia nyata," kata McCrindle. 

Meski semuanya sudah ada di depan mata dan dipermudah dengan teknologi, orang tua tetap harus menumbuhkan rasa ingin tahun dan inklusivitas pada diri Gen Beta. 

Tak berhenti di situ, Gen Beta diperkirakan akan fokus pada masalah global dan cara hidup berkelanjutan. Mereka pun akan berjuang untuk menemukan cara inovatif untuk mengatasi masalah global tersebut. 

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Internet
3 hari lalu

Kolaborasi Strategi AWS dan MNC Group Dorong Lompatan Transformasi Digital

Bisnis
3 hari lalu

Sergey Brin Jadi Orang Terkaya Ketiga di Dunia Berkat Lonjakan Saham Induk Google

Nasional
3 hari lalu

Enda Nasution Beberkan Beragam Bentuk Hoaks Terkini, Konten Lucu hingga Berbahaya

Bisnis
4 hari lalu

Dekan FEB Untar Sebut Transformasi Industri Ritel dari Warung ke E-commerce Ubah Perilaku Konsumen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal