Namun, larangan tersebut bukan karena buah naga memperburuk kondisi DBD atau menurunkan trombosit. Pigmen merah pada buah naga diketahui dapat membuat warna feses menjadi lebih gelap atau kehitaman.
Kondisi itu dikhawatirkan membuat pemantauan perdarahan saluran cerna menjadi bias, terutama bila pasien mengalami keluhan BAB hitam yang perlu dievaluasi lebih lanjut.
"Tujuan dilarangnya bukan karena dia (buah naga) akan mengganggu atau memperparah kondisi DBD-nya, tapi karena saat pemantauan apakah ada perdarahan termasuk di saluran cerna jadi bias," ujar dr Yudha.
Karena itu, pasien DBD disarankan tetap fokus pada pola makan bergizi seimbang, cukup istirahat, memperbanyak minum air putih, serta rutin memantau kondisi kesehatan ke dokter.