Selain itu, terdapat pula hernia umbilikalis yang muncul di area pusar. Hernia inguinalis pada bayi cukup bulan diperkirakan terjadi sekitar 8 hingga 50 kasus per 1.000 kelahiran hidup, dengan risiko lebih tinggi pada bayi yang lahir prematur.
Menurut dr. Kozzy, hernia inguinalis biasanya lebih mudah terlihat ketika anak menangis, batuk, mengejan, berdiri, atau aktif bergerak. Karena itu, orang tua perlu mewaspadai sejumlah tanda berikut:
- Benjolan di lipat paha, kantong kemaluan, atau labia yang muncul hilang-timbul.
- Benjolan mengecil saat anak berbaring atau tenang.
- Anak tampak rewel, merasa tidak nyaman, atau mengeluhkan nyeri di sekitar benjolan.
- Area benjolan menjadi kemerahan, membesar, atau terasa keras.
- Benjolan tidak dapat masuk kembali.
Anak mengalami muntah, perut kembung, demam, lemas, atau tidak mau makan.
Dia menegaskan, hernia inguinalis tidak boleh dianggap sepele karena umumnya tidak dapat menutup sendiri. Jika tidak segera ditangani, jaringan atau usus yang keluar melalui celah hernia dapat terjepit sehingga aliran darah terganggu.
Kondisi tersebut berisiko menyebabkan nyeri hebat, muntah, perut kembung, hingga kerusakan jaringan yang membutuhkan penanganan segera.
"Bila benjolan terasa keras, nyeri, tidak bisa masuk kembali, atau disertai muntah, anak sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan," kata dr Kozzy.